Senin, 27 November 2017

Bukan di Luar Negeri, Ini Taman Bunga Matahari di Bantul


Buat kamu yang ingin lihat ladang bunga matahari, tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri. Karena di Bantul, DI Yogyakarta ada taman secantik ini!

Lahan persawahan di Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, akhir-akhir ini ramai dikunjungi ratusan wisatawan. Sebab salah satu sawah yang lokasinya persis disamping Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) ini, terhampar ribuan bunga matahari bermekaran.

Ribuan bunga matahari tersebut berada di pematang sawah milik Etik Purwanti (33), warga Dusun Tegalsari, Desa Srigading. Etik sendiri tak menyangka bunga matahari miliknya mendadak viral di media sosial, akhirnya banyak dikunjungi wisatawan meski hanya sekedar untuk berfoto selfie.

"Bunga matahari di sini mulai berbunga sebulan kemarin. Sebelum viral, ceritanya awal-awal banyak orang lewat (JJLS), tahu ada bunga matahari banyak yang berhenti numpang selfie. Nah, barangkali sama mereka (fotonya) diupload di media sosial, terus ramai," kata Etik ke detikTravel, Selasa (3/10/2017).

Seiring berjalannya waktu, ternyata jumlah wisatawan yang berkunjung terus bertambah. Takut bunga matahari dan tanaman cabai rusak, sejak Kamis (21/9/2017) Etik memutuskan menjaga sawahnya tiap hari. "Makin ke sini, yang mampir ternyata tambah ramai, per hari (pengunjung) ratusan lah," ucapnya.

Bunga matahari di pematang sawah milik Etik sebenarnya tidak sengaja di tanam. Mulanya Etik menanami cabai di sawahnya yang hanya berukuran 70x14 meter itu. Lalu atas inisiatif anak laki-lakinya, Retama Dimas (13), di pematang sawah ditanami bunga matahari yang difungsikan untuk penahan angin.

"Untuk nahan angin, kalau enggak ada (tanaman bunga matahari) kan tanaman cabai-nya tidak ada perlindungan dari angin. Padahal di Samas sini anginnya kenceng, bisa-bisa bunga cabai berguguran, bisa enggak panen saya. Untuk waktu nanam bunga matahari ya berbareng pas tanam cabai itu," jelasnya.

Selain itu, sedari awal Etik mengaku memang menyukai bunga matahari. Oleh karenanya dia setuju saja ketika anaknya berinisiatif menanam bunga matahari di pematang sawah miliknya. "Kalau di rumah kan susah perawatan, banyak ayam. Ya baru kali ini saya nanam bunga matahari di sawah," ujarnya.

Bagi wisatawan yang ingin melihat bunga matahari dari dekat, Etik memasang tarif masuk Rp 5 ribu per orang. Tarif yang dipungut ini digunakan untuk perawatan tanaman bunga matahari, juga untuk ganti rugi akibat banyaknya bunga cabai yang berguguran akibat sawahnya banyak dilewati wisatawan.

"Awal-awal saya tidak memasang tarif, seikhlasnya. Tapi kok banyak pengunjung seenaknya, padahal saya juga khawatir tanaman cabai milik saya gagal panen. Makanya kemudian saya memasang tarif. Kalau sekarang saya sudah ikhlas seumpama cabai saya gagal panen," ungkapnya.

Penghasilan Etik dari memungut retribusi cukup lumayan. Rata-rata per harinya, warga asli Sanden ini bisa mengantongi Rp 300 ribu. Bahkan pernah sekali dia mendapatkan Rp 1 juta. "Yang untung bukan hanya saya, tapi juga warga sekitar. Karena ramai ada warga yang buka jasa parkir dan ada yang berjualan," bebernya.

Seorang pengunjung, Mia (20), mengaku sengaja berkunjung karena tertarik dengan view hamparan bunga matahari. "Saya tahunya dari sosmed (sosial media), karena tertarik terus saya bersama teman-teman datang ke sini, ternyata bagus juga," ucap warga Tasikmalaya ini.

Seorang pengunjung lainnya, Omi (19), sengaja mengunjungi ribuan bunga matahari karena lokasinya dekat dengan wisata pantai di Bantul. Seperti kawasan wisata Pantai Samas, Pantai Kuwaru, Pantai Parangkusumo, Pantai Parangkusumo, dan pantai-pantai lainnya.

"Sebenarnya tempatnya (tanaman bunga matahari) biasa, cuma bagus buat ambil foto. Kalau menurutku tarif masuk enggak mahal, asalkan bunga mataharinya benar-benar dijaga, dirawat agar tidak rusak. Kalau sekarang kan mulai ada yang kering dan rusak," pungkasnya.




[travel.detik.com]

0 komentar:

Posting Komentar