Senin, 20 Agustus 2018

Gadri Resto, Satu Lagi Kuliner Jogja Tawarkan Sensasi Makan ala Bangsawan


Kehidupan ningrat atau bangsawan tentunya bukan pengalaman yang bisa dinikmati semua orang. Tapi di Gadri Resto, Jogjakarta, para pengunjungnya bisa merasakan sensasi menjadi bangsawan selama sejenak.

Gadri Resto terletak di Jl Rotowijayan dan sudah berdiri sejak 20 tahun lalu. Menu-menu masakan yang disajikan di sini konon merupakan makanan favorit para sultan di Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Tengok bagaimana menu dan interior resto yang dikelola oleh istri adik Sultan Hamengkubuwono X, GBPH Joyokusumo yang sudah berusia lebih dari dua dasawarsa ini.


1. Aura Jawa yang sangat kental

Begitu masuk di area depan, pengunjung akan langsung merasakan aura Jawa yang begitu kental. Maklum saja, lokasi restoran ini tak jauh dari rumah kediaman almarhum GBPH Joyokusumo. Tempat tinggal beliau konon merupakan salah satu rumah yang masih menunjukkan sisa-sisa gaya arsitektur Jawa-Jogja asli.

Selagi menunggu makanan yang dipesan datang atau mencari angin usai menikmati santapan, pengunjung dibebaskan untuk berkeliling. Mereka bisa melihat-lihat kemegahan rumah GBPH Joyokusumo, yang dipenuhi dengan sejumlah benda antik dan karya seni bernilai tinggi.


2. Nasi Blawong

Salah satu menu yang menjadi andalan di Gadri Resto adalah nasi blawong. Nama blawong sendiri punya sejarah yang unik. Konon dulunya nasi ini sering disajikan dengan piring berwarna biru, atau blaw dalam bahasa Belanda. Namun oleh lidah orang Jawa nama tersebut kemudian menjadi blawong.

Tak hanya nikmat, nasi blawong juga punya makna sakral. Nasi ini dulunya hanya disajikan di upacara atau ritual tertentu karena dipercaya membawa keselamatan. Resep hidangan yang terdiri dari ayam bacem, telur pindang, dan daging bumbu kecap ini juga masih terus dirahasiakan hingga kini.


3. Soes Songgo Buwono

Makanan satu ini punya sejarah panjang karena ide pembuatannya berasal langsung dari Sultan Hamengku Buwono VII. Jajanan ini juga menjadi salah satu favorit sang sultan. Nama Songgo Buwono sendiri memiliki makna penyangga dunia.

Tak sembarangan, penyajian songgo buwono diperhitungkan dengan seksama dan punya makna filosofis tinggi. Selada diletakkan di bagian bawah untuk melambangkan kehidupan. Roti soes menyimbolkan bumi, sementara rogut melambangkan manusia. Telur menjadi perlambang gunung dan saus serta acara menggambarkan langit.


4. Bir Jawa

Gadri Resto juga menyajikan sejumlah minuman yang tak kalah unik. Salah satunya adalah Bir Jawa. Meski namanya bir, minuman ini sama sekali tidak mengandung alkohol apalagi memabukkan.

Bahan-bahan untuk meraciknya juga sangat alami. Selain jeruk nipis, masih ada tambahan berupa rebusan air jahe, kayu manis, cengkeh, dan serai. Jika diteguk akan langsung memberikan sensasi menyegarkan dan badan juga akan terasa hangat.


5. Pembuatan batik

Selain menikmati hidangan lezat, pengunjung juga bisa menyaksikan langsung pembuatan batik di Gadri Resto. Tepat di pojok kanan restoran klasik ini terdapat sebuah sentra batik. Wisatawan atau pelanggan yang datang bisa menyempatkan diri untuk melihat cara membuat kain dengan corak khas Indonesia tersebut.

Gadri Resto kabarnya juga menawarkan paket khusus tamu VIP. Mereka yang memilih paket ini akan bisa menikmati sejumlah hidangan favorit sultan sembari menikmati pertunjukan budaya seperti tari-tarian dan lainnya.

Itulah tadi beberapa hal menarik dan juga menu menggoda yang bisa dicicipi di Gadri Resto. Jadi bagaimana, tertarik untuk merasakan menjadi seorang anggota Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat selama sehari?




[travelingyuk.com]

0 komentar:

Posting Komentar