Rabu, 08 Agustus 2018

Rumah Teletubbies Jogja, Penanganan Pasca Bencana yang Kini Jadi Wisata


Pada tahun 2006, gempa berkekuatan 5,9 skala richter mengguncang Jogja dengan hebat. Kejadian ini langsung meluluhlantakan provinsi yang kental dengan nuansa keraton tersebut. Dampakya tak main-main. Data dari Departemen Sosial menyatakan bahwa korban meninggal mencapai angka 4.983 jiwa. Fasilitas publik dan infrastruktur hancur. Menurut data dari Badan Koordinasi Nasional tahun 2006, sebanyak 127.879 bangunan rusak berat.

Dengan banyaknya warga yang kehilangan tempat tinggal, Domes for The World, sebuah perusahaan yang berasal dari Amerika Serikat memberikan bantuan berupa rumah dome yang saat ini menjadi salah satu destinasi wisata di Jogja. Terdapat 80 unit bangunan, 71 buah merupakan fasilitas untuk tempat tinggal warga dan sisanya menjadi fasilitas publik.

Jika di daerah lain terdapat perkampungan padat penduduk yang dicat berwarna-warni, di sini kamu akan menemukan hal serupa dengan bentuk yang berbeda. Rumah yang berbentuk seperti kubah tersebut juga mendapat sentuhan warna-warna yang mencolok, juga beberapa karya mural di sisinya. Lokasinya yang berada di areal perbukitan juga menjadi salah satu daya tarik di tempat ini.

Karena memang dibentuk sebagai daerah wisata, pengelola desa juga telah menyiapkan beberapa armada jeep yang akan mengantarmu berwisata menuju destinasi yang berjarak tak jauh dari Desa New Nglepen. Seperti Bukit Teletubies, Bukit Clumprit, Curug Kembar, Belik Pereng, dan Gua Songkurang. Selain itu, sepeda angin yang dimodifikasi juga disediakan bagi pengunjung.

Tak hanya datang untuk berwisata, di tempat ini kamu dapat mempelajari juga bagaimana rumah-rumah dome ini tahan gempa dan api.




[travelingyuk.com]

0 komentar:

Posting Komentar