Selasa, 20 November 2018

Kota Yogyakarta Bersiap Memiliki Perpustakaan yang Buka 20 Jam

Kota Yogyakarta Bersiap Memiliki Perpustakaan yang Buka 20 Jam

Sebagai kota pelajar, Kota Yogyakarta berusaha untuk menyediakan layanan pendukung bagi semua kalangan.

Satu dari beberapa caranya adalah menyediakan perpustakaan yang buka selama 20 jam.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko menjelaskan, sebentar lagi pihaknya akan meresmikan perpustakaan alternatif yang berada di wilayah kota Yogyakarta bagian selatan, tepatnya di jalan Mayjend Sutoyo.

Nantinya, perpustakaan yang akan diresmikan pada 15 November 2018 tersebut akan diberi nama Pevita (Perpustakaan Alternatif Yogyakarta Selatan)

"Saat ini kita sedang soft opening. Di soft opening ini kita mengadakan lomba-lomna bagi siswa TK, SD sampai dengan SMP. Untuk lomba ada lomba menulis surat bagi Walikota, membuat Mading, mewarnai dan yang lainnya, sambil mengenalkan. Kalau secara resmi akan kita buka di tanggal 15 November nanti. Kita juga sambil menunggu semuanya selesai," terangnya.

Nantinya Pevita akan buka selama 20 jam, mulai pukul 07.30-03.30 WIB.

Menurut Wahyu, perpustakaan Pevita memang sengaja dibuka lebih lama daripada perpustakaan yang sudah ada di jalan Suroto.

"Kami mencoba melihat kenyataan, di perpustakaan yang ada di Suroto, di buka sampai jam 12 malam, tapi teman-teman pemustaka yang datang, yang ingin mengakses internet gratis sampai lebih dari jam 12, mereka berada di pagar luar, kemudian kenapa tidak kita coba sampai pagi," jelasnya.

Dia melihat, sebagai kota pendidikan, sebisa mungkin pihaknya mencoba memberikan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat.

"Yogyakarta kan kota pendidikan, sebisa mungkin semua instansi pemerintah yang ada kaitannya dengan pendidikan mencoba mengembangkan admosfir pendidikan. Walaupun sampai malam hari, dunia pendidikan itu akan tetap ada, kita mencoba membuat kontribusi, apakah nanti ada yang memanfaatkan atau tidak, kita lihat nanti," katanya.

Selain itu, pihaknya juga mencoba memberikan sebuah layanan kebutuhan interaksi kepada masyarakat, yang menghendaki internet di malam hari.

"Ketika mereka paginya sekolah, kuliah kerja, kalau biasanya malam, untuk membaca atau download, kita mencoba untuk itu. Untuk yang di Suroto sampai jam 12 malam dulu. Kalau cita-cita ya 24 jam, karena apa, kita ingin mencoba memberikan layanan yang cukup. Nantinya kita juga akan ada perpustakaan alternatif di Kota Yogyakarta bagian Barat dan Timur," terangnya.






[Sumber]

0 komentar:

Posting Komentar